Mianhae, I Late To Love You
Kim Junsu – Park Hyechan - Park Yoochun - Han Sujin
============================================
“park hyechan agashi, nalang gyeolhonhae jusillaeyo?”
Junsu tidak berpikir akan menginjakkan kakinya ditempat ini lagi, hatinya takut kalau harus kembali ketempat ini, akan tetapi dia merindukan seseorang. Seseorang yang sangatlah berarti untuknya.
============================================
“KYAAAA~~~ tolong aku” teriakan seorang gadis terdengar membuat junsu menghentikan langkah kakinya perlahan lalu menoleh kekanan dan kekiri.
“lepaskan dia!!” suara bentakan seorang gadis membuat junsu yakin bahwa dia tidak sedang berhalusinasi sekarang ini.
“oppa! Tolong aku” teriak gadis itu membuat junsu berlarian kearah datangnya suara itu.
“hyechan, tenanglah!!” ucap gadis lainnya membuat langkah junsu semakin cepat dan berubah jadi larian.
Junsu menemukan segerombolan pria sedang melecehkan seorang gadis, sedangkan yg ada disekelilingnya semua terikat sepertinya mereka itu korban perampokan, memang didpn sana adalah jalanan yang terkenal berbahaya karena hutan-hutan sekelilingnya.
“keberatan kalau aku meminta kalian melepaskannya?” tanya junsu mendekat membuat pria-pria disana menoleh kearahnya dengan wajah bengis dan kejam.
“tunggu giliranmu” ucap mereka membuat kedua orang gadis yang ada disana terdiam.
“tidak bisa, aku ini tidak sabaran! Aku sarankan kalian melepaskan gadis itu atau kalian lebih suka merasakan timah panas didalam jantung kalian?” tanya junsu mengeluarkan senapan yg ada didalam tasnya tenang sambil tersenyum licik.
“baiklah, kami mengalah” jawab mereka belum ingin mata ditempat macam ini, kedua gadis itu langsung merasa lega karena kedatangan junsu.
Junsu melepaskan kedua gadis yang terikat itu, lalu membebaskan seorang pria yang juga dalam keadaan terikat tapi tidak sadarkan diri, kedua gadis itu mencoba menyadarkan pria yang pingsan itu cepat.
“oppa, oppa!” panggil mereka membuat junsu mengeluarkan sebotol minuman buat nyadarin pria yang terbaring lemah itu.
“kalian tidak apa-apa?” tanya pria itu langsung memeluk kedua gadis itu dengan cepat.
“nde, dia yang menolong kita” jawab gadis yang berambut panjang menunjuk kearah junsu.
“kamsamida, telah menyelamatkan mereka berdua!” ucap pria itu membungkuk sopan pada junsu yang sebenarnya hanya kebetulan lewat sana saja karena mau berkemah.
“kalian sedang apa disini?” tanya junsu membuat ketiga orang itu saling menatap cepat.
“kami sedang dalam perjalanan pulang tapi tiba-tiba ban mobil kempes, ternyata perampok-perampok itu yang menyebabkan ini terjadi” jawabnya tenang membuat junsu tersenyum.
“sebaiknya kita pergi dari sini, karena kita tidak tahu apakah mereka akan kembali membawa kawanannya atau tidak” ucap junsu membuat mereka mengangguk pelan.
“kende, kita mau kemana? Kitakan gak tahu jalan” ucap gadis yang terlihat lebih dewasa dari yang bernama hyechan tadi bingung.
“sebaiknya kalian ikut aku, didekat sana ada sebuah rumah kecil” ucap junsu membuat ketiga orang itu mengangguk perlahan karena tidak ada pilihan lain.
“siapa namamu? Aku adalah park yoochun, dia adalah park hyechan dan jinhee, adikku” ucap yoochun memperkenalkan diri dan kedua adiknya dengan tenang sambil tersenyum.
“namaku kim junsu, senang bertemu kalian walaupun ditempat yang tidak menyenangkan” jawab junsu tersenyum manis pada kedua gadis yang ada itu.
Hyechan dan jinhee sama-sama membungkuk pada junsu, junsu melepaskan kemeja luarnya tenang lalu memakaikan pada hyechan, karena pakaian gadis itu sedikit berantakan juga robek dibeberapa bagian.
“kamsamida” ucap hyechan merasa malu karena baru sadar bahwa pakaiannya sudah robek.
“kalian jalan duluan, oppa akan mengambil barang kita” ucap yoochun membuat kedua gadis itu menggelengkan kepala karena takut yoochun ketemu penjahat lagi.
“kalian tunggu saja disana, disana ada sungai kecil yang tersembunyi biar aku nemenin dia, aku lebih tahu daerah sini” ucap junsu melihat raut wajah takut dari kedua gadis itu.
“nde” ucap jinhee menarik tangan onnienya menuju sungai yang diberitahu oleh junsu itu.
Kedua gadis itu berlindung dibalik batu kali yang sangat besar dan menunggu kedua pria itu kembali, sekitar 15 menit barulah junsu dan yoochun terlihat membawa tas dan juga beberapa botol minuman.
============================================
Mereka sampai dirumah atau gubuk yang dimaksud junsu, hyechan memakai pakaian yang ada didalam tasnya karena mereka memang baru pulang liburan, sedangkan jinhee cma memandangi tempat ini dengan seksama.
“onnie, menurutmu kim junsu itu bagaimana?” tanya jinhee tersenyum manis.
“entahlah, kelihatannya orang baik karena sudah menolong kita” jawab hyechan tersenyum, karena dia baru pertama kali melihat pria seberani junsu, melawan begitu banyak orang.
“ganti pakaian sana” ucap hyechan menyuruh jinhee ganti baju karena bajunya kotor sekali.
Jinhee hanya mengangguk, hyechan berjalan keluar membawa kemeja junsu yang tadi dipinjamkan, junsu dan yoochun sedang memasak didepan sana karena langit memang sudah mulai gelap sekarang ini.
“junsu’sshi, bajumu” sapa hyechan mengulurkan kemeja itu membuat junsu tersenyum.
“lebih cantik setelah mandi” puji junsu membuat wajah hyechan merona sedangkan yoochun hanya tersenyum manis melihat kedua orang itu saling memandang.
“onnie, aku lapar” teriak jinhee berlarian keluar lalu duduk disamping hyechan cepat.
“dasar! Gak sabaran, sebentar lagi matang koq” ucap yoochun menjitak kepala jinhee dengan cepat karena merusak suasana barusan.
“aduh!! Akukan lapar oppa” gerutu jinhee menyentuh perutnya membuat junsu tertawa.
“sepertinya menyenangkan punya adik-adik yang cantik” tukas junsu memberikan makanan pada jinhee membuat yoochun menggelengkan kepalanya cepat.
“mwo? Kelihatannya saja, kalau kamu punya adik seperti mereka, aku jamin setiap hari pasti bakalan sakit kepala” ucap yoochun membuat jinhee melemparkan daun kearah oppanya dan hyechan menggelengkan kepala cepat.
“sudah, makan dulu” ucap hyechan membuat jinhee mengangguk perlahan.
Keempat orang itu makan dengan tenang, yoochun tadi sempat menelpon keseoul utk minta bantuan karena didekat sini tidak ada bengkel dan itu berarti mereka harus menunggu, apalagi daerah ini jauh dari seoul.
“mereka pasti kelelahan, jalan begitu jauh” ucap junsu melihat hyechan dan jinhee terlelap.
“nde, mereka jarang berada ditempat macam ini tapi terkadang jauh dari keramaian jg bagus, lebih sehat untuk kesehatan dan bisa membuat perasaan lebih tenang” guman yoochun pelan membuat junsu mengangguk pelan sambil tersenyum manis.
“yoochun’sshi sedang ada masalah? Karena itu tidak merasa tenang diseoul?” tanya junsu bisa merasakan bahwa yoochun ini sedang dalam perasaan yang kacau, dan dia juga terlihat agak pendiam dan penyendiri.
“hanya masalah yang tidak pekerjaan” yoochun berbohong karena tidak mau menceritakan hal-hal macam ini pada orang yang lain termasuk kedua adiknya.
“begitu, baiklah mendingan kita juga tidur” ucap junsu membuat yoochun mengangguk pelan lalu memilih tempat paling ujung seperti biasanya.
Junsu langsung terlelap setelah memejamkan mata sedangkan yoochun memandangi hpnya yang sedang tidak ada signal, yoochun mengkhawatirkan seseorang yang sedang kesal padanya.
TBC….
No comments:
Post a Comment